“Apakah
benar kamu akan Menikah??”
Dengan
Nada dingin diri ini menjawab, “Ya, InsyaAllah”.
Pertanyaan
selanjutnya, “Kok cepat Kali?, Kan masih Kuliah?, Udah Punya apa rupanya?, Bisa
Rupanya Ngasih Makan anak orang?, Berapa Gajimu rupanya sebulan? Ekonomi Sulit
loh, ntar Nyesal?? Fikir2 lah dulu. . . . .“
Semua
Pertanyaan itu dengan nada meremehkan dan merendahkan bahkan menjatuhkan…
Tetapi
itu sebagai Tantangan bagi diri ini.
Ku
mencoba menjawab semua pertanyaan itu dengan semampuku, dengan pemahamanku,
walau ku tau setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda, dan tak
banyak yang bisa setuju dengan jawabanku ini, dan jawabanku diawali dengan
pertanyaan.
Saya
Bukan Mahasiswa Tarbiyah, yang berfikir bagaimana metodologi/sistematis
pembelajaran, Saya juga bukan Mahasiswa Fak. Dakwah, yang berlatih cara
berbicara dan berda’wah, Saya juga bukan Mahasiswa fak. Syari’ah yang membahas
Halal/Haram/Wajib/Sunnah, Fiqih dll, dan Saya juga bukan Mahasiswa Febi, yang
membahas tentang Sistem Perekonomian, Cara2 mencegah Inflasi, atau menghitung
“Uang”.
Saya
Andi, Mahasiswa Fak. Ushuluddin, lebih Khusus lagi Jurusan Theologi
(Perbandingan Agama), saya membahas tentang Keyakinan, Tauhid, Aqidah, Tuhan
ada atau Tidak, kenapa Harus berTuhan? Dan masih banyak lagi pembahsan yang
kami diskusikan di kelas dan selalu menjadi pembicaraan yang hangat dan
menegangka.
Ada
beberapa hal yang saya tahu, bahwa Allah itu Maha Segalanya, Allah itu SELALU
Menepati Janji-Nya, Allah itu takkan Menzhalimi Makhluk-Nya sendiri, dan Allah
juga pernah berjanji bahwa dengan seorang Menikah karena ingin menjaga
“pandangannya” pastilah akan diberi jalan, itu yang termaktub dalam Kitab Agama
saya.
Allah
juga akan membukakan pintu Rezki (Thalaq:2), bagi hambanya yang beriman, bahkan
bagi yang juga TIDAK BERIMAN. Buktinya, lihat Yahudi, Budha, Hindu,
Katolik,Protestan, mereka hidup, mereka makan, mereka menikah, mereka bisa
sekolah, pertanyaanya adalah “Siapa yang memberikan itu Semua???” Allah kan??,
lantas, kita yang MENGAKU BERIMAN, Shalat, Sedeqah, “Apakah Mungkinkah Allah akan telantarkan kita??_selagi kita mau berusaha- . Jawab
dengan keImanan masing2.
Terlepas
dari sebuah keImanan, saya merenung dari pertanyaan orang2, dan saya coba jawab
lagi dengan sebuah pertanyaan, “Apakah 10 Tahun Mendatang akan ada jaminan
Ekonomi di Inonesia semakin membaik?”, mereka menjawab “TIDAK”. Sahut saya,
“Kalau begitu, berarti langkah saya SANGAT TEPAT dengan MENIKAH Saat ini.
Mengapa??? Jikalau saya menikah 5 atau
10 tahun mendatang, maka kehidupan akan semakin sulit, Beras akan mahal,
Pekerjaan akan sulit didapatkan, uang pendidikan akan semakin mahal, atau
bahkan BIAYA untuk MENIKAH bisa semakin meningkat, baik yang diminta Mertua
sebagai uang hangus, atau BAHKAN PERMINTAAN MAHAR dari Wanita yang semakin
SULIT. Maka dengan Menikah saat ini,merupakan Strategi yang tepat untuk
mengurangi pengeluaran dan mempersiapkan Amunis Ekonomi disaat yang Sulit
nantinya.. Benar atau tidaknya, Mungkin orang yang ahli dibidang Ekonomi bisa
menjawab atau meluruskannya, tetapi itu lah yang saya fikirkan.
Terlepas
dari permasalahan ekonomi, Dampak Era Globalisasi/Modrenisasi menjadi alasan
juga sehingga mengharuskan saya tidak menunda Pernikahan. Mengapa demikian??
Karena salah satu dampaknya adalah “Pacaran”, “Sex Bebas”,
“Pornografi”,”PornoAksi” dll. Ya, intinya adalah perzinahan. Dengan modal
SmartPhone, semua orang bias mengakses hal yang postif maupun Negatif.
Setahu
saya, -Jikalau ada yang salah dari ucapan
saya, mohon nasihati diri ini- Rasulullah dahulu menikah diusia 25 tahun,
dan beliau dari dahulunya sudah menganjurkan kita ummatnya untuk tidak menunda
atau memperlama atau bahkan mempersulit Pernikahan. Dizaman Rasulullah, tak ada
namanya Internet maupun social media, tetapi Rasulullah sudah
menganjurkan kita untuk segera menikah. Lantas, lihatlah sekarang, Pintu
Perzinahan, Pintu kemaksiatan, semua mudah diAkses, bagaiamana pula status
hukum dari itu semua?? Apakah alasan
untuk menjaga Pandangan dan Kemaluan dengan jalan Pernikahan menjadi Haram, Sunnah
atau bahkan Kita para Pemuda Diwajibkan untuk Menikah? Orang-orang di yang ahli
dibidang Hukum yang mungkin lebih bisa menjawabnya, namun saya pribadi sendiri
meyakini bahwa dengan Alasan ini mengharuskan saya untuk segera Menikah.
Selanjutnya,
orang2 juga menanyai tentang Pendidikan.
Seperti
biasa, saya menjawabnya dengan sebuah pertanyaan, “Apakah salah jikalau Menikah
Saat Kuliah? Ataukah memang ada peraturan bahwa Menikah Saat kuliah dilarang?”
Saya
tau, menuntut ilmu itu wajib Hukumnya, tapi apakah hanya dengan Kuliah orang2
bisa mendapatkan ilmu? Bahkan lihatlah, banyak juga orang yang sudah Selesai
Kuliah tapi tak dapat apa2. Saya menilai bahwa Mencari Ilmu adalah Ibadah, dan
Menikah juga ibadah. Apakah ada peraturan atau landasan hukum bahwa tidak boleh
beribadah dengan 2 waktu sekaligus? Kalau memang tak boleh, maka mulai sekarang
ketika orang sedang berpuasa, orang tersebut juga tak boleh shalat atau tak sedeqah
atau bahkan dengan orang berpuasa, kita Boleh durhaka terhadap Orang tua, Boleh
mencuri, Boleh berzina . .
:-D
:-D
Hehehehe
Namun
dibalik itu semua, saya tahu bahwa keImanan saya tidaklah sebaik orang2 diluar
sana , saya juga punya masa lalu yang kelam, keimanan saya tidaklah bisa selalu
meningkat, tidak seperti yang bisa menjaga amalan
yauminya, bisa menjaga pandangannya, yang bisa menjaga puasa Sunnahnya,
bias menjaga hafalan Qur’anya, sementara saya, jangakan Menghafal berJuz-juz,
menghafal surah al-Fatihah saja belum sempurna.
Ya,
itulah yang saya fahami sehingga diri ini yakin untuk segera MENIKAH. Saya yakin
Allah ada untuk saya, anda dan kita semua.
#KetikaOrang2bertanya
#Jika
ada pernyataan saya yang salah atau menyinggung, mohon nasihat dan
bimbingannya.

Do you realize there's a 12 word phrase you can tell your man... that will trigger deep emotions of love and instinctual attraction to you deep within his heart?
ReplyDeleteThat's because hidden in these 12 words is a "secret signal" that fuels a man's impulse to love, look after and protect you with all his heart...
12 Words Will Fuel A Man's Love Response
This impulse is so built-in to a man's genetics that it will make him work better than ever before to take care of you.
In fact, fueling this dominant impulse is absolutely binding to achieving the best ever relationship with your man that the instance you send your man a "Secret Signal"...
...You'll instantly notice him open his heart and mind for you in such a way he's never expressed before and he will recognize you as the one and only woman in the galaxy who has ever truly attracted him.