Friday, October 9, 2015

Ketika Orang-Orang Bertanya



“Apakah benar kamu akan Menikah??”
Dengan Nada dingin diri ini menjawab, “Ya, InsyaAllah”.
Pertanyaan selanjutnya, “Kok cepat Kali?, Kan masih Kuliah?, Udah Punya apa rupanya?, Bisa Rupanya Ngasih Makan anak orang?, Berapa Gajimu rupanya sebulan? Ekonomi Sulit loh, ntar Nyesal?? Fikir2 lah dulu. . . . .“
Semua Pertanyaan itu dengan nada meremehkan dan merendahkan bahkan menjatuhkan…
Tetapi itu sebagai Tantangan bagi diri ini.
Ku mencoba menjawab semua pertanyaan itu dengan semampuku, dengan pemahamanku, walau ku tau setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda, dan tak banyak yang bisa setuju dengan jawabanku ini, dan jawabanku diawali dengan pertanyaan.
“Cepat??, emangnya ngapain juga lama-lama. Terus, apa masalahnya kalau masih Kuliah?? Jujur, saya tak punya apa-apa,  dan kalian juga tahu tentang itu, Sepeda Motor saja saya tak punya, Jangankan sepeda Motor, Sandal/sepatu saja saya tak punya, -Ada sih, tapi itu pemberian orang, namun tetap saya syukuri-.
Saya Bukan Mahasiswa Tarbiyah, yang berfikir bagaimana metodologi/sistematis pembelajaran, Saya juga bukan Mahasiswa Fak. Dakwah, yang berlatih cara berbicara dan berda’wah, Saya juga bukan Mahasiswa fak. Syari’ah yang membahas Halal/Haram/Wajib/Sunnah, Fiqih dll, dan Saya juga bukan Mahasiswa Febi, yang membahas tentang Sistem Perekonomian, Cara2 mencegah Inflasi, atau menghitung “Uang”.
Saya Andi, Mahasiswa Fak. Ushuluddin, lebih Khusus lagi Jurusan Theologi (Perbandingan Agama), saya membahas tentang Keyakinan, Tauhid, Aqidah, Tuhan ada atau Tidak, kenapa Harus berTuhan? Dan masih banyak lagi pembahsan yang kami diskusikan di kelas dan selalu menjadi pembicaraan yang hangat dan menegangka.
Ada beberapa hal yang saya tahu, bahwa Allah itu Maha Segalanya, Allah itu SELALU Menepati Janji-Nya, Allah itu takkan Menzhalimi Makhluk-Nya sendiri, dan Allah juga pernah berjanji bahwa dengan seorang Menikah karena ingin menjaga “pandangannya” pastilah akan diberi jalan, itu yang termaktub dalam Kitab Agama saya.
Allah juga akan membukakan pintu Rezki (Thalaq:2), bagi hambanya yang beriman, bahkan bagi yang juga TIDAK BERIMAN. Buktinya, lihat Yahudi, Budha, Hindu, Katolik,Protestan, mereka hidup, mereka makan, mereka menikah, mereka bisa sekolah, pertanyaanya adalah “Siapa yang memberikan itu Semua???” Allah kan??, lantas, kita yang MENGAKU BERIMAN, Shalat, Sedeqah, “Apakah Mungkinkah  Allah akan telantarkan kita??_selagi kita mau berusaha- . Jawab dengan keImanan masing2.
Terlepas dari sebuah keImanan, saya merenung dari pertanyaan orang2, dan saya coba jawab lagi dengan sebuah pertanyaan, “Apakah 10 Tahun Mendatang akan ada jaminan Ekonomi di Inonesia semakin membaik?”, mereka menjawab “TIDAK”. Sahut saya, “Kalau begitu, berarti langkah saya SANGAT TEPAT dengan MENIKAH Saat ini. Mengapa???  Jikalau saya menikah 5 atau 10 tahun mendatang, maka kehidupan akan semakin sulit, Beras akan mahal, Pekerjaan akan sulit didapatkan, uang pendidikan akan semakin mahal, atau bahkan BIAYA untuk MENIKAH bisa semakin meningkat, baik yang diminta Mertua sebagai uang hangus, atau BAHKAN PERMINTAAN MAHAR dari Wanita yang semakin SULIT. Maka dengan Menikah saat ini,merupakan Strategi yang tepat untuk mengurangi pengeluaran dan mempersiapkan Amunis Ekonomi disaat yang Sulit nantinya.. Benar atau tidaknya, Mungkin orang yang ahli dibidang Ekonomi bisa menjawab atau meluruskannya, tetapi itu lah yang saya fikirkan.
Terlepas dari permasalahan ekonomi, Dampak Era Globalisasi/Modrenisasi menjadi alasan juga sehingga mengharuskan saya tidak menunda Pernikahan. Mengapa demikian?? Karena salah satu dampaknya adalah “Pacaran”, “Sex Bebas”, “Pornografi”,”PornoAksi” dll. Ya, intinya adalah perzinahan. Dengan modal SmartPhone, semua orang bias mengakses hal yang postif maupun Negatif.
Setahu saya, -Jikalau ada yang salah dari ucapan saya, mohon nasihati diri ini­- Rasulullah dahulu menikah diusia 25 tahun, dan beliau dari dahulunya sudah menganjurkan kita ummatnya untuk tidak menunda atau memperlama atau bahkan mempersulit Pernikahan. Dizaman Rasulullah, tak ada namanya Internet maupun social media, tetapi Rasulullah sudah menganjurkan kita untuk segera menikah. Lantas, lihatlah sekarang, Pintu Perzinahan, Pintu kemaksiatan, semua mudah diAkses, bagaiamana pula status hukum dari itu semua??  Apakah alasan untuk menjaga Pandangan dan Kemaluan dengan jalan Pernikahan menjadi Haram, Sunnah atau bahkan Kita para Pemuda Diwajibkan untuk Menikah? Orang-orang di yang ahli dibidang Hukum yang mungkin lebih bisa menjawabnya, namun saya pribadi sendiri meyakini bahwa dengan Alasan ini mengharuskan saya untuk segera Menikah.
Selanjutnya, orang2 juga menanyai tentang Pendidikan.
Seperti biasa, saya menjawabnya dengan sebuah pertanyaan, “Apakah salah jikalau Menikah Saat Kuliah? Ataukah memang ada peraturan bahwa Menikah Saat kuliah dilarang?”
Saya tau, menuntut ilmu itu wajib Hukumnya, tapi apakah hanya dengan Kuliah orang2 bisa mendapatkan ilmu? Bahkan lihatlah, banyak juga orang yang sudah Selesai Kuliah tapi tak dapat apa2. Saya menilai bahwa Mencari Ilmu adalah Ibadah, dan Menikah juga ibadah. Apakah ada peraturan atau landasan hukum bahwa tidak boleh beribadah dengan 2 waktu sekaligus? Kalau memang tak boleh, maka mulai sekarang ketika orang sedang berpuasa, orang tersebut juga tak boleh shalat atau tak sedeqah atau bahkan dengan orang berpuasa, kita Boleh durhaka terhadap Orang tua, Boleh mencuri, Boleh berzina . .
:-D
Hehehehe
Namun dibalik itu semua, saya tahu bahwa keImanan saya tidaklah sebaik orang2 diluar sana , saya juga punya masa lalu yang kelam, keimanan saya tidaklah bisa selalu meningkat, tidak seperti yang bisa menjaga amalan yauminya, bisa menjaga pandangannya, yang bisa menjaga puasa Sunnahnya, bias menjaga hafalan Qur’anya, sementara saya, jangakan Menghafal berJuz-juz, menghafal surah al-Fatihah saja belum sempurna.
Ya, itulah yang saya fahami sehingga diri ini yakin untuk segera MENIKAH. Saya yakin Allah ada untuk saya, anda dan kita semua.
#KetikaOrang2bertanya
#Jika ada pernyataan saya yang salah atau menyinggung, mohon nasihat dan bimbingannya.

1 comment:

  1. Do you realize there's a 12 word phrase you can tell your man... that will trigger deep emotions of love and instinctual attraction to you deep within his heart?

    That's because hidden in these 12 words is a "secret signal" that fuels a man's impulse to love, look after and protect you with all his heart...

    12 Words Will Fuel A Man's Love Response

    This impulse is so built-in to a man's genetics that it will make him work better than ever before to take care of you.

    In fact, fueling this dominant impulse is absolutely binding to achieving the best ever relationship with your man that the instance you send your man a "Secret Signal"...

    ...You'll instantly notice him open his heart and mind for you in such a way he's never expressed before and he will recognize you as the one and only woman in the galaxy who has ever truly attracted him.

    ReplyDelete