Sahur Pertama
Diri ini terbangun di tengah malam pukul 03.15, sama
seperti biasanya. Namun ada hal yang berbeda, kepala ini terasa pusing karena
sudah 2 hari kondisi badan tidak fit, dan saya memutuskan untuk meneguk segelas
air putih lalu kembali berbaring dan
mencoba untuk kembali tidur.
Namun, baru saja saya akan memasuki fikiran bawah
sadar alias tidur, mata saya tersenetak terbuka karena mendengar suara teriakan
dari Masjid-Masjid yaitu “SAAHUUUUURRR.SAAAHHUUUUURRR.SAAHHHHUUUUR”. suara itu membuat seakan-akan rumah saya
terkepung dan diselimuti. suara itu membuat kepala saya semakin pusing.
Terbesit pertanyaan dalam hati saya, “apakah hal itu merupakan ajaran Agama”,
namun tak pernah saya pribadi mendengar bahwa Rasulullah sibuk membangunkan masyarakat
untuk sahur. Jika itu bukan sebuah Syariat,
bisa jadi itu merupakan “budaya”, seperti yang pernah saya pelajari dalam Antrologi Agama bersama dosen saya Pak
Jaipuri.
Kemudian timbul pertanyaan lagi, “apakah di negara
lain juga ada kebiasaan membangunkan masyarakat untuk sahur, sama seperti di
Indonesia?”. Dan pertanyaan itu tidak bisa hati ini menjawab.
Namun, terlepas dari Syari’at atau Budaya, sejujurnya kebiasaan ini mengganggu ketentraman orang lain. Saya pribadi sebagai umat Islam itu sendiri merasa tidak nyaman dengan suara-suara itu karena mengganggu waktu tidur saya serta membuat saya meninggalkan anjuran Rasulullah yaitu Sahur di akhir waktu. Ya, kebiasaan dirumah saya, sahur harus bersama, sementara jika “Suara-suara” itu sudah datang pada pukul 03.00, dan Mamak saya juga terbangun pada pukul itu, maka kami harus sahurlah kurang lebih pada pukul 03.45, setelah mamak saya masak ataupun sekedar memanaskan lauk.
Terlepas dari itu semua, masih ada lagi “manusia”
lain di Indonesia ini selain kita. Mereka yang seharusnya tidur dengan cukup,
haruslah berkurang dengan suara-suara itu dan itu pastilah mengganggu mereka.
Seharusnya kita bisa membangun Kerukunan antar Umat beragama di Indonesia.
Bagaiamana mungkin mereka tidak marah dan tersinggung, toh kita pribadi saja
jika dibangunkan oleh orang lain padahal tak ada tujuan dari dibangunkannya
kita, mestilah marah dan kesal, apalagi mereka.
Ini mengingatkan saya akan Pelajaran Ushul
Fiqh di Aliyah bersama Pak Amin, dan mata kuliah itu juga di kembangkan
dalam kuliah saya bersama dosen saya Pak Sugeng Wanto, bahwa seseorang itu
tidakkan di bebani Hukum Taklifi salah satunya adalah apabila ia tidur/tidak
sadar kan diri hingga ia bangun/sadar. Ini berarti ada kekhususan yang Allah
berikan kepada kenikmatan akan tidur.
Islam itu rahmatan
lil ‘alamin, dan isi yang ada di Al-Qur’an mestilah untuk semua
“Manusia”.(Q.S al-baqarah: 185). Jadi, seharusnya takkan ada yang tersakiti
ketika ajaran Islam dijalankan dengan baik dan benar.
ya, semoga kita bisa memahami orang lain yang ada
disekitar kita, karena kita bukan hidup dalam pemerintahan Islam.
Sekian, Selamat menunaikan Ibadah puasa
No comments:
Post a Comment